Thursday, February 2, 2012

Tenjolaya Ceria


Semua cerita berawal di desa tenjolaya,
Sebuah tuntutan dan sebuah kewajiban. KKNM kuliah kerja nyata mahasiswa.
Disini, tenjolaya ceria, banyak sekali memori banyak sekali cerita , dan pasti sangat merindukan saat-saat ketika kami disana.

2 januari kami tiba
Hanya perbedaan yang ada disana. Desa tenjolaya tercinta.
Perbedaan karakter, perbedaan pandangan. Iya memang seharusnyalah mereka semua hadir, membuat kita belajar akan arti sebuah perbedaan, kehidupan yang sangat heterogen.

Jabat tangan, dan semuanya berkenalan.
Berbeda fakultas, jurusan, dan kami dipertemukan dalam sebuah keluarga kecil
Keluarga kecil yang selalu menerangi kesepian yang melanda pada masing-masing diri kami
Keluarga kecil ini terdiri dari 18 orang, 10 kaum hawa dan 8 kaum adam.
Baiklah, aku ingin sedikit bercerita.
10 kaum hawa yang berbeda-beda karakter.
Kaum hawa yang berasal dari fikom, sastra, mipa, FTIP.
8 kaum adam yang berasal dari pertanian, hukum dan sastra.



Menyenangkan, ini kali pertamaku merasakan semua kegiatan yang memang sangat mengesankan melakukan semua program kerja KKNM (mengajar, membantu administrasi desa, penyuluhan pertanian dll), mengesankan ketika berjalan-jalan menggunakan mobil buntung, kami semua berteriak, angin berhembus menyapa kami semua seakan menyambut kedatangan kami di tenjolaya. Sangat mengesankan apalagi ketika hujan datang ingin menyambut kami juga, kaum adam berusaha melindungi kaum hawa, mereka berusaha menarik terpal yang terpasang di mobil buntung itu berusaha agar kami tidak terkena sentuhan hujan. Tertawa bersama, berteriak bersama, menyenangkan. 

Mengharukan, aku berada di keluarga kecil ini, aku menjadi bagian dari keluarga tenjolaya ini bersama kalian. semua aktifitas kami lakukan bersama, kaum hawa memasak mencuci melakukan semua pekerjaan rumah bersama-sama, menunggu kaum adam datang lalu kami makan bersama dengan masakan yang telah kami masak, hehe dengan masakan seadanya, kadang terlalu asin kadang kurang, tapi kami semua menikmatinya, karena sebuah kebersamaan ini, keluarga kecilku

Sang kordes yang baik hati, yang terjerat cerita di tenjolaya. Boni dengan sang kordes.Sang kordes yang selalu menyebut dirinya ketua HMJ (himpunan mahasiswa jomblo) bangga akan peran jomblonya,terus para geng anak-anak pertanian (army, reza oget, fikri kardun) yang selalu menemani si kordes menyemangati peran jomblo pak kordes. Pak ustad denny yang katanya dengkur nya paling dewa. hehe. Fadhil sang dewa gombal, yang selalu membuat umi kita (nisaul fadhilah) tersenyum meladeni gombalan abi fadhil. Terus 2 abang kita bang randy dan bang agra yang berasal dari hukum, bang randy si peramal boongan, dia selalu berkata “ jangan percaya sama aku, percaya sama ALLAH” dan ujung-ujungnya semua kaum hawa antri di ramal sama dia, dasar anak hukum yang selalu pintar bersilat lidah membaca kartu. terus. Abang lain (bang agra) yang cinta anak-anak, semua anak-anak nempel sama dia.
Keluarga kecil ini punya upil ipil, sebut saja dia nilam tiara dan vibra ardini, si kembar Capricorn yang kelakuannya berbeda. Vibra dengan selimutnya duduk dipojokan lalu tertidur, nilam tiara sang geofis yang sepertinya salah masuk jurusan, katanya dia lebih cocok masuk fikom, syahrini palsu dengan segala candaan dan kelakuannya (kayang tiba-tiba) hehe. Tim dari fikom, putsis boni lavie vika, boni manusia woles yang terjerat dengan pak kordes, lavie tasya dengan kedua pipnya yang khas si editor video tenjolaya ceria, vika si gadis misterius, dan putsis ars ars penambah vocab are are yongs benga hehehehe. Debby marselina alias deboy partner tidur otak royco dan katanya gak jauh berbeda dengan ku, nilam bilang kami 2 iot karena sama-sama lama alias lemot. Hehe. Keluarga kecil ini pun punya umi (umi ulfa) dipanggil umi  gara-gara kacamatanya yang ketuaan, hehe. Kerdus alias kerudung dusta, mereka menyebutku itu, gara-gara hal kecil, suka ikut nimbrung gossip hehehe. Keluarga kecil kami pun memiliki ibu ngaji alias ilva, yang rajin pengajian. 

Inilah kami dengan masing-masing perbedaan yang kami miliki.
1 bulan adalah waktu yang terlalu singkat. Sebuah kisah klasik memang,
Kita bertemu dan kita berpisah
Kita terharu seakan tidak akan bertemu lagi.
Cerita-cerita manis ini pasti akan kita rindukan dan kita banggakan
Keluarga kecilku

No comments:

Post a Comment