Semua
cerita berawal di desa tenjolaya,
Sebuah tuntutan
dan sebuah kewajiban. KKNM kuliah kerja nyata mahasiswa.
Disini,
tenjolaya ceria, banyak sekali memori banyak sekali cerita , dan pasti sangat
merindukan saat-saat ketika kami disana.
2 januari
kami tiba
Hanya perbedaan
yang ada disana. Desa tenjolaya tercinta.
Perbedaan karakter,
perbedaan pandangan. Iya memang seharusnyalah mereka semua hadir, membuat kita
belajar akan arti sebuah perbedaan, kehidupan yang sangat heterogen.
Jabat tangan,
dan semuanya berkenalan.
Berbeda fakultas,
jurusan, dan kami dipertemukan dalam sebuah keluarga kecil
Keluarga kecil
yang selalu menerangi kesepian yang melanda pada masing-masing diri kami
Keluarga
kecil ini terdiri dari 18 orang, 10 kaum hawa dan 8 kaum adam.
Baiklah,
aku ingin sedikit bercerita.
10 kaum
hawa yang berbeda-beda karakter.
Kaum hawa
yang berasal dari fikom, sastra, mipa, FTIP.
Menyenangkan,
ini kali pertamaku merasakan semua kegiatan yang memang sangat mengesankan melakukan semua program kerja KKNM (mengajar, membantu administrasi desa, penyuluhan pertanian dll),
mengesankan ketika berjalan-jalan menggunakan mobil buntung, kami semua berteriak, angin berhembus
menyapa kami semua seakan menyambut kedatangan kami di tenjolaya. Sangat mengesankan
apalagi ketika hujan datang ingin menyambut kami juga, kaum adam berusaha
melindungi kaum hawa, mereka berusaha menarik terpal yang terpasang di mobil
buntung itu berusaha agar kami tidak terkena sentuhan hujan. Tertawa bersama,
berteriak bersama, menyenangkan.
Mengharukan,
aku berada di keluarga kecil ini, aku menjadi bagian dari keluarga tenjolaya
ini bersama kalian. semua aktifitas kami lakukan bersama, kaum hawa memasak mencuci melakukan
semua pekerjaan rumah bersama-sama, menunggu kaum adam datang lalu kami makan
bersama dengan masakan yang telah kami masak, hehe dengan masakan seadanya,
kadang terlalu asin kadang kurang, tapi kami semua menikmatinya, karena sebuah
kebersamaan ini, keluarga kecilku
Sang kordes
yang baik hati, yang terjerat cerita di tenjolaya. Boni dengan sang kordes.Sang
kordes yang selalu menyebut dirinya ketua HMJ (himpunan mahasiswa jomblo)
bangga akan peran jomblonya,terus para geng anak-anak pertanian (army, reza
oget, fikri kardun) yang selalu menemani si kordes menyemangati peran jomblo
pak kordes. Pak ustad denny yang katanya dengkur nya paling dewa. hehe. Fadhil sang
dewa gombal, yang selalu membuat umi kita (nisaul fadhilah) tersenyum meladeni
gombalan abi fadhil. Terus 2 abang kita bang randy dan bang agra yang berasal
dari hukum, bang randy si peramal boongan, dia selalu berkata “ jangan percaya
sama aku, percaya sama ALLAH” dan ujung-ujungnya semua kaum hawa antri di ramal
sama dia, dasar anak hukum yang selalu pintar bersilat lidah membaca kartu. terus.
Abang lain (bang agra) yang cinta anak-anak, semua anak-anak nempel sama dia.
Keluarga kecil
ini punya upil ipil, sebut saja dia nilam tiara dan vibra ardini, si
kembar Capricorn yang kelakuannya berbeda. Vibra dengan selimutnya duduk
dipojokan lalu tertidur, nilam tiara sang geofis yang sepertinya salah masuk
jurusan, katanya dia lebih cocok masuk fikom, syahrini palsu dengan segala
candaan dan kelakuannya (kayang tiba-tiba) hehe. Tim dari fikom, putsis boni
lavie vika, boni manusia woles yang terjerat dengan pak kordes, lavie tasya
dengan kedua pipnya yang khas si editor video tenjolaya ceria, vika si gadis
misterius, dan putsis ars ars penambah vocab are are yongs benga hehehehe. Debby
marselina alias deboy partner tidur otak royco dan katanya gak jauh berbeda
dengan ku, nilam bilang kami 2 iot karena sama-sama lama alias lemot. Hehe. Keluarga kecil ini pun punya umi (umi ulfa) dipanggil umi gara-gara kacamatanya yang ketuaan, hehe. Kerdus
alias kerudung dusta, mereka menyebutku itu, gara-gara hal kecil, suka ikut
nimbrung gossip hehehe. Keluarga kecil kami pun memiliki ibu ngaji alias ilva,
yang rajin pengajian.
Inilah kami dengan masing-masing perbedaan yang kami
miliki.
1 bulan
adalah waktu yang terlalu singkat. Sebuah kisah klasik memang,
Kita bertemu
dan kita berpisah
Kita terharu
seakan tidak akan bertemu lagi.
Cerita-cerita
manis ini pasti akan kita rindukan dan kita banggakan
Keluarga kecilku
No comments:
Post a Comment