sebuah pesan yang tergambar melalui cerita jaritangan, sebuah ungkapan yang tersirat lewat hanya dari sebuah tulisan. terserah mau mendeskripsikan seperti apa.
how far?
rasionalitas diatas segalanya.
mengganggap bahwa matahari akan muncul di malam hari.
rasionalitas diatas segalanya saat ini.
berfikir ada kalanya bahwa gaya gravitasi tidak akan selalu mengarah ke inti bumi.
rasionalitas yang tidak masuk akal
berfikiran bahwa resonansi pasti terjadi saat dua hal memiliki frekuensi yang berbeda
rasionalitas diatas segalanya !
ini bukanlah perasaan yang salah ..
saat memilih untuk masuk kedalamnya, mengetahui betapa indah anugrah itu.
tidak pernah menyesal, karena telah mencicipi banyak rasa. ini tidak salah, saat memilih berjalan berdampingan untuk mencoba menjadi satu. ini tidak salah karena aku adalah makhluk perasa. tidak ada yang salah dengan ini semua.
bukan kuasa kami jika pada akhirnya kami memilih untuk menjadi utuh kembali menjadi masing-masing jiwa, pergi sendiri sendiri. sebagai aku dan sebagai kau.
seberapa sulit menjadi sepasang?
entahlah !
sulit untuk menjadi sepasang sisi yang utuh. utuh terbungkus oleh suatu perasaan yang memiliki frekuensi yang sama sehingga masing-masing jiwa dapat merasakan apa itu fenomena resonansi . . . . bersatu bahkan memiliki respon yang sama.
kekuatan merelakan?
apa itu rela? tak pernah tau sebelum masuk dan merasakan atmosfer kerelaan yang teramat sangat aku benci. selalu melawan perasaan , selalu berlari dan tak pernah mau untuk menoleh kebelakang, bahkan sampai membekukan dan mematikan semua perasaan, atau mencoba menghilangkan semua fase kerinduan. sampai mencoba memberikan kesempatan pada jiwa lain untuk menjadi sepasang sisi, menghilangkan semuanya. sakit sekali melawan semua perasaan seperti itu. benar-benar tak bisa. bahkan menuliskan kata "rela melepaskan semua perasaan" pun itu sulit
jelas tak rela
I'm tired of feeling so numb